HR AUDIT

Manusia merupakan sumber daya yang paling penting dan menentukan dalam arah dan perubahan organisasi. Tanpa manusia sebagai penggeraknya, organisasi menjadi kumpulan resources yang tidak berguna. Selain itu, sumber daya manusia menjadi pilar penyangga utama sekaligus penggerak roda organisasi dalam usaha mewujudkan visi – misi dan tujuan organisasi. Dan, persis seperti aspek keuangan, pemasaran, mutu, lingkungan, manajemen, operasional, internal dan eksternal, maka sumber daya manusia juga memerlukan audit untuk memeriksa dan melihat sejauh mana fungsi-fungsi sumber daya manusia dalam organisasi memenuhi azas kesesuaian, efektivitas dan efisiensi di dalam prakteknya untuk mendukung tercapainya tujuan dan sasaran organisasi secara keseluruhan. Audit sumber daya manusia sejatinya merupakan penilaian yang sifatnya komprehensif.

Audit itu juga didesain untuk menentukan jika dan bagaimana suatu perusahaan memenuhi tanggung jawabnya yang berhubungan dengan aturan-aturan sumber daya manusia. Guna mengerti dengan benar akan budaya, dinamika internal, dan bagaimana fungsi-fungsi organisasi, maka porsi terbesar dari pekerjaan audit sumber daya manusia dilakukan on-site dan diikutsertakannya berbagai komponen audit. Kunci penilaian keseluruhan dalam audit ini adalah gap analysis yang mengukur aktivitas sumber daya manusia pada kondisi saat audit dengan praktek-praktek yang dipertimbangkan sebagai yang ‘terbaik’.

Visi dan Misi Perusahaan Company Vision and Mission

Visi Vision

Memperkuat posisi Bata sebagai pemimpin bisnis alas kaki di Indonesia dan meningkatkan nilai pemegang saham dalam jangka pendek dan jangka panjang.

To strengthen Bata’s position as the leader in Indonesia’s footwear business and increase shareholders’s values in the short-term and long-term.

Misi Mission

Untuk sukses sebagai organisasi dunia yang paling dinamis, fleksibel dan mengerti kondisi pasar alas kaki sebagai bisnis utamanya.

To be successful as the most dynamic, flexible and market responsive worldwide organization with footwear as its core business.

Tata Kelola Perusahaan

Salah satu faktor penting dalam menjalankan Perusahaan yang sukses adalah dengan memiliki peraturan yang kuat dalam tata kelola Perusahaan. Perusahaan telah memiliki Kode Etik yang harus ditaati oleh semua karyawan. Selain itu, Perusahaan juga memiliki Kode Etik terhadap mitra bisnis yang juga harus mereka dipatuhi. Perusahaan mengakui bahwa sebagai Perusahaan yang baik, ia harus memberikan kontribusi pada masyarakat juga.

Human Resource Management

Sejalan dengan Visi Perusahaan dalam bidang Sumber Daya Manusia tahun 2012 – 2017, Perusahaan telah menjalankan beberapa program untuk meningkatkan profesionalisme dan kemampuan karyawan dan manajer toko. Tahun 2014, Perusahaan menekankan kepada peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Passion To Serve merupakan program terbaru dari Perusahaan yang ditujukan untuk hal tersebut. Program ini telah dijalankan di beberapa area dan akan diterus dijalankan ke area lain. Sampai dengan akhir tahun 2014, jumlah karyawan Perusahaan adalah sebanyak 990 karyawan.

Recruitment

Berdasarkan sember data karyawan yang dikelompokkan pada umur, mau tidak mau mendorong perusahaan untuk melakukan penerimaan karyawan baru guna menggantikan karyawan lama yang sudah selesai masa kerjanya. Salah satu usaha yang dilakukan perusahaan yaitu dengan melakukan rekrutmen terbuka diberbagai job hunter agar semua kalangan yang memiliki kualifikasi yang sesuai bisa melamar dan bergabung di PT. Sepatu Bata, Tbk.

Training and Development

PT Sepatu Bata Tbk. berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan karyawan dan manajer toko dengan mengadakan beberapa pelatihan. Tahun 2014, Perusahaan mendirikan Bata Retail Academy yang berfokus untuk meningkatkan kemampuan manajer toko dan pramuniaga dalam manajemen toko termasuk didalamnya pelayanan kepada pelanggan. Beberapa pelatihan yang diadakan seperti : Pelatihan operasional toko (Storemanco), Pelatihan Dasar-dasar penjualan (Basalco), Pelatihan Passion To Serve Training, Visual Merchandising, Train the Trainer dll.

 

Environment, Health and Safety (EHS)

Dalam hal kepedulian terhadap lingkungan alam, PT. Sepatu Bata berkomitmen melakukan beberapa kegiatan yang dalam bentuk penerapan Environment, Health and Safety (EHS). Beberapa kegiatan yang dilaksanakan selama tahun 2014 adalah sebagai berikut:

  1. Pelatihan Pemadam Kebakaran Pelatihan pemadaman kebakaran secara rutin sangat diperlukan guna mempersiapkan baik personil maupun perlatan terhadap bahaya       kebakaran. Dengan pelatihan ini, diharapkan           bisa meminimalisir terhadap    dampak yang terjadi akibat bahaya kebakaran. Kegiatan ini rutin dilaksanakan baik             di kantor Graha Bata maupun di pabrik Purwakarta.
  2. Penanaman pohon dilingkungan pabrik Untuk menjaga kelestarian alam di pabrik, PT. Sepatu Bata terus menambah penanaman pohon di lingkungan pabrik. Kegiatan          ini memberikan efek yang sangat positif bagi          lingkungan pabrik.
  3. Penggunaan Water Adhesive Dibandingkan dengan Sole Adhesive, Water Adhsive terbukti lebih aman dan ramah terhadap lingkungan. Water adhesive tidak              mudah terbakar dan terbukti lebih efisien dari segi biaya.

 

 

Iklan

Leadership…

An Announcement from CEO Jack Clemons on Senior Executive Changes

 

Jack Clemons, Ronjoy Sengupta, Ehsan Zaman and Hernan Vizcaya

Dear colleagues,

It’s my pleasure to inform you of some significant senior executive changes which will take place in our organization, effective as of August 1, 2015.

In line with our plan to build the best sourcing and supply chain for our organisation, and to ensure that our products fully satisfy the customer’s needs at the right price:

Rajeev Gopalakrishnan, GMD for South Asia, with his deep knowledge of the markets served by China Footwear Services, will additionally take on responsibility for CFS and SICA, working with Simon Tidball, Group Sourcing Director, and Luis Del Canto, Product Development Manager.

In line with our priority to grow our retail business through a focus on “like-for-like” sales growth:

Roberto Longo, as President of Customer Service, will focus entirely on supporting BSO companies to drive retail KPIs and performance through the development, training and implementation of best retail practices, focusing on merchandising and store operations.

Luis Ernesto Rojas takes on the position of Acting MD in India, reporting to Rajeev Gopalakrishnan. Luis Ernesto will focus on driving our like-for-like sales in India through the development and implementation of best practices in retail processes and the supply chain.

Pierluigi Pontecorvo is appointed Acting Company Manager in Singapore. His primary objectives are to build and develop a strong merchandising and store operations team and develop a strong collection of Bata and International Brands. As part of this he will focus on ensuring that the Peninsula Plaza store retains and reinforces its position as our premier Flagship Store in Asia-Pacific.

Pierluigi replaces Namthip Phumchareondee, who will take on a new role in SICA. With a focus on growing our business in Africa, especially in our primary retail business, we have reinforced our African management team:

Ronjoy Sengupta replaces Luis Ernesto Rojas as Company Manager of South Africa. In this role Ronjoy will focus on developing a strong retail team and on improving store efficiency in the Bata retail stores. Ronjoy will also take on the newly created position of Head of Retail Africa, reporting to Hernan Vizcaya, with the task of developing and implementing the best retail practices across Africa.

Ehsan Zaman, currently Group Manufacturing Director, will take on the position of Acting Company Manager of Zimbabwe. His focus will be to drive free cash flow through improving efficiency and quality in our factory-made products. Ehsan will also focus on ensuring that the high reputation of the company in the community, which has been built over many years, is maintained though appropriate employee and community activities and strong relationships with local institutions.

Fernando Garcia has been given specific responsibility to lead the Bata Industrials and Bata Protective business. His focus is to ensure that our industrial business has the right team, products and processes to achieve its targets and then to ensure that execution throughout this business is driven with complete focus.

I am confident that these changes will support our focus on business execution and the achievement of our commercial and financial targets.

Sincerely,
Jack Clemons
Bata Group CEO

Pembahasan Teori :

Pemimpin merupakan kepercayaan yang diberikan kepada seseorang untuk memberikan komando atau arahan kepada orang-orang yang telah memberikan kepercayaan untuk mencapai tujuan tertentu, dengan harapan pemberi kepercayaan tersebut akan lebih baik nasibnya dibandingkan dari kepemimpinan sebelumnya.

Peran pemimpin dalam suatu organisasi secara mikro dapat mempengaruhi moral, kepuasan kerja dan kwalitas kehidupan kerja para bawahan, yang pada akhirnya keberhasilan bawahan ini secara makro akan mempengaruhi tingkat prestasi organisasi. Sebab perilaku organisasi sangat dipengaruhi oleh perilaku setiap individu yang ada dalam organisasi tersebut.

Pemimpin dan Kepemimpinan

Pemimpin serta kepemimpinan merupakan suatu kesatuan kata yang tidak dapat dipisahkan secara struktural maupun fungsional. Dalam praktek sehari-hari antara pemimpin dan kepemimpinan sering diartikan sama, padahal keduanya memiliki pengertian yang berbeda. Pemimpin adalah orang yang tugasnya memimpin, sedangkan kepemimpinan adalah bakat atau sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Jadi, seorang pimpinan harus memiliki bakat kepemimpinan dalam mendukung tugasnya. Pemimpin dalam melaksanakan tugasnya dapat mengerahkan kemampuan manajerial (Manajerial Skill) maupun kemampuan teknis (Teknical Skill) secara aktif untuk mempengaruhi pihak lain dalam rangka pencapaian tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Seorang pemimpin dengan kekuasaan yang dimilikinya dapat mempengaruhi seseorang untuk mau melakukan sesuatu yang diinginkannya.

10 Ciri pemimpin yang baik :

  1. Jujur dan dapat dipercaya
  2. Mampu bertanggungjawab
  3. Mampu menentukan skala prioritas
  4. Mampu mendelegasikan tugas
  5. Cepat menangani dan mengatasi masalah
  6. Memiliki sikap positif
  7. Kemampuan berkomunikasi efektif
  8. Keberanian sosial dan percaya diri
  9. Mampu mengembangkan setiap anggota tim
  10. Mampu mengendalikan keadaan

Kesimpulan :

Dengan membaca artikel diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa Jack Clemons selaku Bata Group CEO menerapkan 2 ciri dari 10 ciri pemimpin yang baik yaitu mampu mendelegasikan tugas kepada para bawahannya serta memiliki kemampuan untuk mengembangkan setiap anggota timnya.

Pendelegasian tugas amat penting. Seorang pemimpin harus bisa mendelegasikan tugas kepada orang yang tepat. Selain itu, pendelegasian juga merupakan salah satu cara untuk mempercayai anggota timnya. Sehingga pemimpin mampu menempatkan anggota timnya sesuatu dengan kapasitas masing-masing anggotanya. The right man on the right job. Dan yang tidak kalah penting adalah dengan pendelegasian, pemimpin akan bisa lebih fokus kepada tugas yang lebih penting. Setiap pemimpin yang baik selalu mengembangkan setiap anggota timnya. Karena dengan SDM yang kuat, tujuan yang hendak dicapai pun akan lebih mudah tercapai.

Penutup :

Kepemimpinan merupakan bakat yang dimiliki seseorang sejak lahir, namun kepemimpinan tersebut juga dapat diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman yang telah dilaluinya. Sedangkan pemimpin adalah orang yang mendapat kepercayaan untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab tertentu dalam suatu organisasi atau kelompok. Bagaimana cara seseorang dalam memimpin suatu organisasi tergantung pada tiga factor, yakni: sifat, karakter dan lingkungan disekitarnya. Sebab ke tiga faktor tersebutlah yang sangat dominan dalam menentukan tipe kepemimpinan seseorang. Dalam memajukan suatu organisasi ada beberapa ciri-ciri pemimpin yang baik yang dapat diterapkan oleh seorang pemimpin. Namun yang paling terpenting dalam menjalankan suatu organisasi adalah kemampuaan manajerial yang harus dimilikinya agar bawahan dapat melaksanakan dan mau mengerjakan apa yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya sebagai bawahan.

Idealnya seorang pemimpin harus mampu melakukan komunikasi yang efektif antara bawahan dan atasan begitu juga sebaliknya. Akan tetapi yang menjadi catatan adalah bahwa tidak semua orang dapat menjadi pemimpin pada satu organisasi tertentu, karena suatu organisasi membutuhkan pemimpin dengan karakter serta sifat yang berbeda-beda. Artinya penentuan figur pemimpin yang tepat dalam suatu organisasi, tergantung kepada kebutuhan organisasi itu sendiri.

Sumber Artikel :

Bata World News, 31 July 2015

http://world.bata.com/news/2015/announcement-ceo-jack-clemons-senior-executive-changes?utm_medium=email&utm_campaign=Bata%20World%20Digest%20July%2031%202015&utm_content=Bata%20World%20Digest%20July%2031%202015+CID_61f3c6f609904369486e40680345377c&utm_source=Campaign%20Monitor&utm_term=An%20Announcement%20from%20CEO%20Jack%20Clemons%20on%20Senior%20Executive%20Changes

Referensi Teori :

http://masluhjamil.com/2014/02/10-ciri-pemimpin-yang-baik.html

https://onniesandi.wordpress.com/2012/01/16/idealnya-pemimpin-dalam-suatu-organisasi/

 

 

 

 

 

 

Performance Appraisal and Rewards For Employees

Bata Thailand Celebrates Long-Serving Staff with Awards Event

On Sept. 10, the Bata Thailand team held an event at their headquarters in Bangkok, to reward 15 members of staff for their 25 years of service to the company.

Eugenio Olabe, company manager of Bata Thailand, gave a warm welcome to all those present, thanking the award recipients for their dedication and loyalty to the company over 25 years.

Those receiving awards included: factory staff Songvuth Suwanvivek, Rewat Kleeb-Putr, Nucharee Jantr-Rawd, Roongrat Wangphol, and Samruam Khumkan; Sontaya Panichkul and Vimol Chanler from the Bangkok office; warehouse staff Korakoch Klubchainart, Amphan Thongplad and Kamjad Tanpipat; and store managers Sukalya Netrudom, Somkid Kemthong, Vilawan Tiacharoen, and Ampai Manesri.

The leadership team presented each recipient with a certificate, a floral bouquet and a 30.4 gram gold necklace, as a thank you for their long service to the company.

Tiachareon, store manager at one of the top-performing Family Concept stores in Bangkok, commented: “I am very proud to be part of Bata Thailand. I started my career as a store salesperson, and after eight years I was promoted to the role of store manager. I continue to appreciate the opportunity to share my skills with the younger generations and newcomers to ensure that we can achieve the highest goals of Bata Thailand.”

Olabe, speaking to staff in his closing speech, stated: “We hope you all continue your great contributions towards our business. Bata Thailand will continue to grow stronger, and that is in no small part due to the ongoing dedication and long-term commitment of our staff. Thank you for being at the heart of all that we do.”

Long-Serving Staff Celebrated in ThailandGold Necklace Presented to Staff at Long Service Awards

Analisa Artikel :

Setiap karyawan atau pegawai yang bekerja disuatu perusahaan memiliki hak untuk mendapat pengakuan dan penghargaan dari pihak perusahaan. Hal itu merupakan salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap karyawannya. Dengan adanya pengahargaan atas dedikasi seorang karyawan terhadap perusahaan secara tidak langsung dapat memotivasi karyawan untuk bekerja dengan lebih giat dan rajin lagi. Seperti yang tertera pada artikel, karyawan yang sudah mengabdikan dirinya pada perusahaan selama 25 tahun mendapatkan penghargaan dari perusahaan berupa sertifikat, karangan bunga dan kalung emas 30,4 gram, sebagai terima kasih untuk layanan lama mereka kepada perusahaan.

Landasan Teori :

Bagi seorang pekerja/karyawan perusahaan baik swasta maupun pegawai negeri sipil (PNS), pemberian penghargaan kerap sering dilakukan sebagai tanda penghormatan atas jasanya (masa pengabdian). Biasanya hal ini dilakukan bagi pekerja/karyawan senior untuk jenjang waktu kerja tertentu, minimal ada yang memulai dengan 5 tahun s/d 30 tahun masa kerja.

Kelebihan dari pemberian penghargaan terhadap masa kerja :

  1. Dalam upaya pengerjaan dari setiap tugas yang diberikan atasana dapat terkoordinir dengan baik.
  2. Loyalitas karyawan terhadap perusahaan akan semakin besar.
  3. Pegawai atau karyawan akan semakin meningkatkan produktivitasnya dikarenakn pegawai akan berusaha mempertahankan apa yang sudah diperolehnya.

Tujuan pemberian penghargaan kepada karyawan :

  1. Untuk digunakan sebagai dasar perencanaan bidang personalia
  2. Mengetahui kondisi perusahaan secara keseluruhan dari bidang personalia
  3. Secara pribadi bagi karyawan dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan masing-masing, sehingga dapat membantu dalam memotivasi karyawan dalam bekerja.

Kesimpulan :

Berdasarkan uraian diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan dari pemberian penghargaan terhadap karyawan baik itu dilihat dari prestasi kerja ataupun masa kerjanya yaitu untuk memotivasi karyawan dan tercapainya tujuan-tujuan perusahaan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Daftar Pustaka :

http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/bitstream/handle/10364/893/content%201.pdf?sequence=1

Sumber Artikel :

Bata World News, Sep 23 2015, http://world.bata.com/news/2015/bata-thailand-celebrates-long-serving-staff-awards-event?utm_medium=email&utm_campaign=Bata%20World%20Digest%20September%2025%202015&utm_content=Bata%20World%20Digest%20September%2025%202015+CID_e992af18d5c0c0eaee005ae2d9061b97&utm_source=Campaign%20Monitor&utm_term=Bata%20Thailand%20Celebrates%20Long-Serving%20Staff%20with%20Awards%20Event

Training and Development Employee

Bata Training Academy: A Year of Achievements Includes Big Plans

Sep 07 2015

To help Bata achieve excellence, the human resources team of Bata Brands created the Bata Training Academy: a global initiative designed to encourage and foster a culture of continual learning and development among the companies and their employees. The project has made rapid strides in a little over a year.

The Bata Training Academy was set up with the aim of providing local Bata companies with a variety of instructor-led and virtual training courses that can be delivered at nominated training centers or over the Internet.

In April 2014 the first Bata Training Academy Center opened in Guangzhou, China, and since then, more than 300 Bata employees have benefited from attending various best-of-breed training courses that the academy had to offer.

Since the demand to participate in these courses has been growing, and in line with Bata’s mission to attract and retain talent, an additional Bata Training Center is to be launched in Limuru, Kenya.

an additional Bata Training Center is to be launched in Limuru, Kenya.

The first courses will be offered in November, with the center up and running with a full range of programs by early 2016.

The Bata Training Academy catalogue covers three main areas: managing business, managing others, and managing and developing self.

The sphere of “managing and developing self” incorporates many aspects of people’s professional lives and aims to make them better. The courses are designed to develop key skills and techniques needed to increase self-awareness and build personal impact, influence and effectiveness in dealings with the self, personal workloads and others.

In the “managing business” area, there are a series of specific courses to equip participants with the know-how and skills to enhance their everyday job effectiveness and performances in their business area.

Finally, “managing others” courses are designed to give participants the knowledge and skills required to be effective leaders, successfully managing a team and dealing with different types of people.

Another technical area, which is crucial for Bata, is design and pattern-making. In order to guarantee the best tools to designers and technicians, we have developed a long-term collaborative relationship with the prestigious Ars Sutoria School, which has been organizing courses in the field of shoes and bags since 1947.

While 2015 represents the consolidation of the BTA center in Guangzhou and the starting up of the BTA in Limuru, the goal for 2017 is to become an accredited academy.

The vision is for the academy to be structured as a learning roadmap. In order for employees to hold higher roles, they should have participated, and earned credits, in specific training programs.

“As head of training I’m delighted to have the chance to be an active actor in this exciting process of consolidating and starting up new Bata Training Academy Centers,” Elena Rizzo commented.

“Through these centers, all Bata employees have great opportunities to learn and develop themselves on one hand, and on the other hand they have the unique chance to meet people and colleagues from other countries and other cultures. Beyond the learning part, which of course is pivotal for the professional growth of each of us, I would like to underline the human part, which includes sharing, getting an open view and feeling part of a worldwide family.”

For more, the BTA website provides a full overview of courses, a program calendar and Bata World News coverage of training activities. Plus, the section called “an eye on the world” provides a glance at what is happening outside the Bata world.

A Bata Training Academy courseA Bata Training Academy course

Pembahasan :

Banyak sekali hal yang bisa kita dapatkan ketika kita bergabung di suatu perusahaan atau organisasi. Hal yang pasti kita dapatkan adalah kompensasi berupa gaji murni dan juga benefit yang berupa bonus. Selain hal tersebut, ada lagi hal penting lainnya yang bisa kita peroleh yaitu pelatihan dan pengembangan karyawan yang dilakukan oleh perusahaan dengan tujuan menambah dan meningkatkan kemampuan karyawan tentang bisnis dan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. Pada dasarnya semua pelatihan dan pengembangan karyawan yang dilakuakn di suatu perusahaan atau organisasi berdasar pada visi misi perusahaan itu sendiri.

Artikel diatas merupakan salah satu contoh artikel yang menjelaskan tentang pentingnya pelatihan dan pengembangan bagi karyawan. Ada tiga bidang pelatihan utama yang dipaparkan dalam artikel yaitu mengelola bisnis (how to managing the business), mengelola orang lain (how to managing the others), dan mengelola serta mengembnagkan diri sendiri (how to managing and develope ourself).

  1. Mengelola bisnis : merupakan serangkaian kegiatan yang dapat memberikan bekal kepada para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan efektivitas pekerjaan sehari-hari mereka dalam mengembangkan bisnis yang dijalankan.
  2. Mengelola orang lain : Pelatihan ini dirancang untuk para calon pemimpin yang nantinya akan menduduki posisi sebagai pemimpin baik itu pemimpin dalam satu departemen yang besar ataupun kecil. Sehingga dapat memahami dan mengerti karakter yang ada pada setiap orang sebagai orang atau karyawan yang dipimpinnya.
  3. Mengelola serta mengembangkan diri sendiri : untuk dapat melakukan hal ini akan sangat berkaitan dengan banyak aspek kehidupan masyarakat profesional dan pada akhirnya bertujuan untuk membuat mereka menjadi lebih baik. Pelatihan ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan pribadi seseorang serta terknik yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran diri dan membentuk pribadi yang baik, yang pada akhirnya akan berpengaruh pada efektivitas dan kinerja diri.

Dari pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa dengan mengikuti pelatihan yang ada di perusahaan akan semakin meningkatkan kemampuan seseorang yang bukan hanya saja berfungsi untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk orang lain dan lingkungan sekitar. Hal ini juga merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kebahagiaan seseorang  selama ia bekerja di suatu perusahaan atau organisasi.

Sumber Artikel : Bata World News

http://world.bata.com/news/2015/bata-training-academy-year-achievements-includes-big-plans?utm_medium=email&utm_campaign=Bata%20World%20Digest%20September%2011%202015&utm_content=Bata%20World%20Digest%20September%2011%202015+CID_e046673266aec815214327fd48b75529&utm_source=Campaign%20Monitor&utm_term=Bata%20Training%20Academy%20A%20Year%20of%20Achievements%20Includes%20Big%20Plans

Pengadaan Karyawan ( Procurement Employees)

Artikel Kasus :

New Recruitment Concept for Bata Italy

img_7556

Looking for new talent is one of the biggest challenges that companies currently face. In order to solve this problem, Bata Italy has created the Bata Recruiting Day, the first of which was held on July 31, in Treviso.

The Bata Recruiting Day is a new event designed to allow the company to meet a large number of candidates in a short space of time, to enable them to select the most promising applicants in order to create teams for new store openings.

The team responsible for the concept consisted of: Sergio Coretti, district manager; Alice Carraretto, store manager; Erica Dariol and Veronica Semenzato, sales staff; Silvia Zecchini and Elena De Marchi, marketing department; Antonella Pivaro, loyalty programs and CRM project manager; Fabrizio Gangale, training manager, and Annalisa Bassi, recruitment and development manager.

In addition, the activity was strongly supported by Lucrezio Bartoli, retail operations manager for Bata Italy, and human resources manager Matteo Crivellaro.

The first aim of the event in Treviso was to create interest in the brand, before the day itself, through the use of social media such as Facebook, LinkedIn and Twitter. The enthusiasm of the team generated a lot of curiosity in terms of the brand and the opening of the new Treviso store, and the team met over 60 candidates in just two hours on the day of the event.

Coretti commented: “The recruiting day was a success because it improved our brand awareness all over the town before the opening, and allowed us quickly to meet a large number of candidates from whom we will identify the best performers for the new Bata store team in Treviso.”

After the success of the first Bata Recruiting Day, the concept will continue to be used for future openings in the region.

Pembahasan :

Dari artikel di atas, kita dapat mempelajari bahwa di zaman sekarang banyak cara yang dapat digunakan perusahaan untuk mendapatkan pekerja yang sesuai dengan kriteria mereka. Artikel diatas menjelaskan bahwa perusahaan menggunakan sosial media sebagai sarana untuk melakukan seleksi terhadap calon kandidat yang akan melamar diperusahaan. Sebelum perusahaan menerima para calon pelamar, terlebih dahulu perusahaan menyebarkan woro-woro di media sosial untuk dapat melihat ketertarikan seseorang terhadap suatu brand. Cara itu dilakukan bisa jadi untuk melihat sejauh mana mereka mengenal dan mengetahui paling tidak sedikit tentang perusahaan yang akan mereka lamar. Hal itu juga dapat lebih mempermudah perusahaan, karena bisa langsung memilih dan menerima calon pekerja yang sudah memahami dan mengenal karakter perusahaan.

Kseimpulan :

  • Cara yang digunakan perusahaan untuk mendapatkan karyawan baru cukup unik yaitu melalui sosial media. Dimana kita tahu bahwa zaman sekarang ini hampir semua orang memperoleh informasi terbaru dan ter update melalui sosial media.
  • Sebelum melakukan seleksi yang sebenarnya, perusahaan sudah lebih dulu melakukan promosi besar-besaran melalui facebook, linkedin, dan juga twitter untuk mengetahui antusiasme seseorang terhadap suatu brand atau merek.
  • Sebagai calon pelamar, tentunya kita sudah bisa mengetahui lebih awal jenis perusahaan apa yang akan kita lamar, sehingga kita tidak salah dalam memilih pekerjaan dan mendapatkan posisi yang sesuai.

Sumber Artikel :

Bata World Digest August 7, 2015

Study Kasus “ Human Resource” Manajemen Sumber Daya Manusia

KASUS :

Departemen SDM mungkin sudah terlalu sering dipusingkan dengan masalah ketidakdisiplinan yang terjadi di dalam suatu perusahaan atau organisasi. Masalah kedisiplinan ini memang sangat sulit untuk dihindarkan, karena hampir disemua organisasi ada saja orang-orang yang biasa menyimpang dari prosedur atau peraturan yang berlaku. Akan tetapi bagaimana jika masalah kedisiplinan ini malah menjadi boomerang bagi departemen SDM itu sendiri?

ANALISA KASUS :

Para karyawan yang sering datang terlambat dengan berbagai alasan, mungkin dapat dimaklumi dan dipahami oleh Manager HR. Akan tetapi, jika hal tersebut terjadi berulang-ulang dan cenderung sering maka tidak mungkin ditolerir lagi. Apalagi jika itu dialami oleh karyawan yang sama setiap harinya. Namun, dengan tidak adanya tindakan yang tegas atau hukuman yang sepadan seperti pemotongan gaji dan surat peringatan, maka karyawan tidak akan pernah memperdulikan hal tersebut. Sementara berbagai kebijakan tentang jam kerja dan segala pelanggaran serta konsekuensinya sudah diatur dalam pertauran perusahaan. Tetapi peraturan hanya tinggal peraturan yang tidak pernah direalisasikan.

LANDASAN TEORI

Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) ialah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal.

Didalam suatu organisasi atau perusahaan, peran departemen yang menangani masalah sumber daya manusia sangatlah kompleks. Hasil dari kerja mereka akan menjadi tolok ukur kualitas dari masing-masing karyawan dan kesuksesan yang dapat diraih oleh perusahaan dengan SDM yang mereka miliki. Bagian MSDM memiliki banyak tanggungjawab yang harus mereka jalani. Salah satunya yang sesuai dengan kasus diatas yaitu tanggung jawab MSDM dalam mendirikan dan mengelola kebijakan perrsonil. Maksudnya adalah kemajuan suatu organisasi atau perusahaan bergantung pada departemen HR mereka untuk membantu menetapkan kebijakan yang terkait dengan perekrutan, disiplin, promosi, manfaat, dan kegiatan lainnya.

PEMBAHASAN

Berbicara tentang kedisiplinan memang tidak akan ada habisnya, terutama kedisiplinan para karyawan disuatu organisasi atau perusahaan. Berbagai peringatan mungkin telah banyak diberikan oleh pihak manajemen terutama bagian sumber daya manusia (HR Department).  Akan tetapi, hal itu bukan menjadi masalah bagi sebagian karyawan yang memang tidak pernah menanamkan sikap disiplin dalam dirinya. Sebagai contoh, di PT. SB sudah 2 tahun terakhir ini masalah ketidakdisiplinan karyawan menjadi sorotan besar bagi para jajaran Direksi. Beberapa karyawan datang ke kantor tidak lagi sesuai dengan aturan yang berlaku. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang terlambat  setengah hingga 1 jam setiap harinya (dengan atau tanpa izin atasan). HR Department membuat laporan mengenai presentase keterlambatan karyawan sebagai bahan laporan dan evaluasi untuk setiap Department Head. Akan tetapi, laporan yang disajikan tidak sesuai dengan apa yang ada dan terdapat kejanggalan dalam laporan tersebut. Mereka memaparkan presentase keterlambatan semua departemen kecuali HR Department. Hal itu membuat geram para karyawan karena terjadi ketidakadilan didalamnya. Dari laporan tersebut, menggambarkan seolah-olah HR department lah yang paling baik dalam urusan kedisiplinan, sehingga mereka tidak masuk dalam daftar laporan tersebut. Padahal seperti yang diketahui oleh semua pihak, HR department lah yang paling sering terlambat dan tidak disiplin. Hal itu bukan saja terjadi pada anggota nya tetapi juga Direktur HR nya. Dimana seharusnya mereka menjadi contoh dan panutan untuk karyawan yang lain dalam hal kedisiplinan. Selain itu, penghitungan persentase keterlambatan tidak sesuai dengan yang seharusnya.

Informasi presentase keterlambatan setiap departemen :

Department                       % Keterlambatan

  1. Accounting                                  3,37 %
  2. Merchandiser                              3,26 %
  3. Retail Office                                 2,84 %
  4. IT                                                 2,42 %
  5. Corsec                                         1,58 %
  6. Industrial                                      1,58 %
  7. Distributor                                    1,26 %
  8. Adv and store                              1,16 %

KESIMPULAN :

Dari kasus dan pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagai orang yang berkecimpung di dalam departemen SDM seharusnya bisa lebih bersikap adil. Baik itu tujuannya untuk perusahaan atau pun untuk karyawan yang berada dibawah naungan mereka. Selain itu, mereka juga harus bersikap tegas dan bertumpu pada peraturan yang memang telah mereka buat agar semua bisa berjalan sesuai dengan fungsiya. Sehingga kejadian yang sama tidak akan terulang terus-menerus.

SOLUSI :

  1. Seharusnya orang-orang yang masuk ke dalam departemen SDM, terlebih dahulu memberikan contoh yang baik dengan menaati semua peraturan yang bersumber dari mereka sendiri. Dengan begitu, karyawan yang lain akan secara otomatis bisa mengikutinya.
  2. Harus ada punishment yang jelas untuk orang-orang yang tidak pernah disiplin, serta diberikannya juga reward sebagai tanda penghargaan bagi orang-orang yang selalu menaati peraturan.
  3. Seharusnya dibuat peraturan yang jelas tentang masalah keterlambatan baik itu dengan meminta izin terlebih dahulu ataupun tidak agar perhitungan nya menjadi lebih adil.

DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_sumber_daya_manusia